Examples of using Ende in Indonesian and their translations into English
{-}
-
Colloquial
-
Ecclesiastic
-
Computer
-
Ecclesiastic
baik terhadap Teluk Ende( Teluk Ende).
Tangga Alam( tangga alam'), dan pantai berpasir hitam yang banyak dikunjungi orang Ende selama akhir pekan.
Keuskupan Maumere kemudian dibentuk dari wilayah Keuskupan Agung Ende.
perisai yang disebut ende suatu.
sekolah-sekolah Kristen di daerah mereka- seperti di Ende- juga ada.
Bung Karno mengalami juga pengasingan di Bengkulu, Ende, dan Brastagi Pemerintah kolonial melengkapi segala macam fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang kehidupan sehari-hari berupa perumahan,
Michael Ende menggunakan fantasi
naik pesawat ke Ende kemudian diteruskan dengan minibus ke Labuan Bajo kota selama 10 jam perjalanan, maka kita akan pergi
Setelah itu kita akan menuju ke Ende, sebelum sampai di Ende kita akan singgah di Blue Stone Beach,
Jack Ende( presiden ACP) mengatakan, Analisis kami terhadap bukti di balik pedoman yang ada menemukan bahwa pengobatan dengan obat-obatan
naik pesawat ke Ende kemudian diteruskan dengan minibus ke kota Labuhan Bajo selama 10 jam perjalanan, setibanya di sana menuju ke Pulau Komodo
Sesampainya di Ende kita akan makan siang terlebih dahulu
para pemuda dari Ende ini telah menginspirasi kami berupaya mendukung solusi-solusi lokal untuk mengatasi tantangan pangan global.
menjadi readie prouided untuk tujuan itu, dan ada dibakar di bukit Castle of Edenbrough pada saterdaie dalam ende dari Ianuarie masa lalu.
seorang profesor Middelburg bernama Antonius Walaeus menerbitkan Het Ampt der Kerckendienaren( suatu tanggapan terhadap Tractaet van' t Ampt ende authoriteit eener hoogher Christelijcke overheid in kerckelijkcke zaken karya Johannes Wtenbogaert tahun 1610), ia mengirimkan sebuah salinannya kepada Grotius demi persahabatan mereka.
suatu kluster dialek dari Ende, Li'o, Nage,
Endemol didirikan pada tahun 1994 oleh penggabungan perusahaan produksi televisi milik Joop van den Ende dan John de Mol, nama yang berasal dari kombinasi nama keluarga mereka.
tidak kalah menarik, seperti kawasan Ende dengan Danau Kelimutunya atau Alor dengan wisata baharinya.
S. V. D. menjadi Penahbis Utama, dengan Penahbis Pendamping adalah Uskup Agung Ende, Vincentius Sensi Potokota dan Uskup Manokwari-Sorong, Datus Hilarion Lega.
ditahbiskan menjadi imam diosesan Keuskupan Agung Ende pada tanggal 29 Juli 1988 oleh Mgr.